Diduga Anak Bermain Korek, Rumah Guru MI di Jember Terbakar

Gumukmas – Sebuah rumah milik guru madrasah di Dusun Kepanjen, Kecamatan Gumukmas, Jember, hangus terbakar, Kamis (11/6/2026) pagi. Kebakaran diduga bermula saat seorang anak bermain korek hingga api menyambar kasur di dalam rumah.

Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 07.15 WIB. Saat kejadian, pemilik rumah, Uswatun Hasanah, diketahui sedang mengajar di sekolah. Di rumah hanya terdapat suami dan anak mereka yang masih kecil.

Api dengan cepat membesar dan melalap sebagian besar bangunan. Warga yang melihat kepulan asap langsung berdatangan untuk membantu memadamkan api.

Mereka berupaya memadamkan kobaran api menggunakan peralatan seadanya. Namun, besarnya api membuat upaya tersebut tidak langsung membuahkan hasil.

Kondisi permukiman yang padat meningkatkan risiko kebakaran merembet ke bangunan lain. Warga pun berusaha mencegah api menjalar ke rumah-rumah di sekitarnya.

Ketua Destana Kepanjen, Supriyadi, membenarkan rumah yang terbakar merupakan milik seorang guru MI 01 Kepanjen.

“Rumah itu milik guru. Kondisinya cukup mengkhawatirkan karena berdempetan dengan rumah warga lainnya,” ujarnya.

Informasi awal yang dihimpun di lokasi menyebutkan kebakaran diduga dipicu anak yang bermain korek api. Percikan api kemudian mengenai kasur dan memicu kebakaran.

“Diduga anak bermain korek lalu api mengenai kasur. Saat itu ibunya sedang mengajar,” kata seorang sumber di lokasi.

Petugas dari unsur TNI, Polri, pemerintah desa, dan warga turut membantu proses pemadaman. Mereka bekerja sama agar api tidak menjalar ke bangunan lain.

Sekitar jam 8.15 WIB dua mobil pemadam kebakaran sampai ke lokasi. Selanjutnya langsung memadamkan sisa-sisa api dan melakukan pendinginan untuk memastikan sudah benar-benar padam dan aman.

Salah seorang relawan Kencana Gumukmas, Alfan Joss yang ikut membantu memadamkan api menyampaikan bahwa api sudah bisa dikendalikan.

Baca juga  Dinas Sosial Jember Evakuasi Klien ODGJ Lansia Terlantar di Puger

“Alhamdulillah, api sudah berhasil dipadamkan secara gotong royong masyarakat dan tim pemadam.” Katanya.

Dia mengharap Pemerintah Kabupaten Jember dapat menempatkan pemadam kebakaran di wilayah selatan.

“Misalnya ada pasukan pemadam kebakaran di  Kencong. Kalau dekat kan dapat menyingkat waktu, sehingga dapat menangani kebakaran lebih awal.” Ungkapnya.

Hingga berita ini ditulis, penyebab pasti kebakaran masih menunggu hasil penyelidikan lebih lanjut. Sementara itu, pihak keluarga belum dapat memberikan keterangan karena masih syok akibat musibah tersebut.

Belum ada laporan korban jiwa dalam peristiwa itu. Namun, kerugian material diperkirakan cukup besar karena sebagian besar bangunan rumah mengalami kerusakan berat. (sam)

Trending
Berita terkait

Pilihan Untukmu

Terkini Lainnya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini