Dendam Lama Diduga Berujung Maut, Pemuda Gumukmas Tewas dan Disembunyikan dalam Rumah Kosong

Gumukmas – Warga Dusun Krajan, Desa Bagorejo, Kecamatan Gumukmas, Kabupaten Jember, digegerkan penemuan mayat pria dalam rumah kosong, Selasa (9/6/2026) sore.

Korban diketahui bernama M. Syaiful Afandi (21), warga Desa Purwoasri, Kecamatan Gumukmas. Polisi menduga korban tewas akibat tindak pembunuhan yang dipicu konflik lama.

Penemuan mayat bermula saat Jaswadi bersama istrinya, Widi Astutik alias Dian, membuka rumah yang sekitar dua pekan tidak dihuni. Saat memasuki rumah, Dian mencium bau menyengat dari dalam bangunan. Ia kemudian menemukan sesosok mayat dalam kondisi membusuk di ruang musala.

Dian langsung memberitahu suaminya yang berada di luar rumah. Keduanya segera melaporkan temuan tersebut kepada perangkat desa dan kepolisian. Petugas kemudian mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara.

Hasil penyelidikan mengarah kepada seorang pria berinisial RA (23), warga Desa Bagorejo. Polisi kemudian mengamankan pria tersebut untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun penyidik, kasus itu diduga dipicu dendam lama. Terduga pelaku mengaku pernah mengalami perundungan oleh korban dan beberapa temannya saat masih sekolah dasar.

Penyidik memperoleh informasi bahwa pada 1 Juni 2026, RA mengajak korban bertemu. Saat berada di area persawahan, keduanya diduga kembali membahas peristiwa masa lalu hingga terjadi pertengkaran.

Situasi kemudian memanas. Terduga pelaku mengajak korban menuju rumah milik ayahnya di Desa Bagorejo. Cekcok yang terjadi diduga berlanjut menjadi aksi penganiayaan.

Menurut hasil pemeriksaan sementara, korban mengalami kekerasan berulang hingga tidak berdaya. Setelah korban meninggal dunia, jasadnya diduga ditinggalkan di dalam rumah dan ditutupi menggunakan tikar.

Selama lebih dari sepekan, keberadaan korban tidak diketahui. Warga baru mengetahui peristiwa tersebut setelah bau menyengat tercium dari dalam rumah kosong.

Baca juga  Aksi Illegal Logging di RPH Prajekan Bondowoso Berhasil Digagalkan Petugas Perhutani Bersama Polres

Saat ini polisi masih mendalami seluruh rangkaian kejadian. Penyidik juga melengkapi berkas perkara untuk mengungkap motif dan kronologi secara menyeluruh.

Kasus tersebut menjadi perhatian warga Desa Bagorejo. Masyarakat berharap proses hukum berjalan transparan dan sesuai ketentuan yang berlaku.

Trending
Berita terkait

Pilihan Untukmu

Terkini Lainnya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini