close

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

29.1 C
Jakarta
Rabu, Februari 4, 2026

Pemkab Jember Bentuk Dua Satgas Strategis untuk Tangani Banjir dan Kemiskinan

Jember, Pemerintah Kabupaten Jember di bawah kepemimpinan Bupati Muhammad Fawait (Gus Fawait) bergerak cepat menuntaskan berbagai persoalan strategis daerah. Dua satuan tugas (Satgas) lintas sektor resmi dibentuk sebagai langkah percepatan penanganan banjir, penataan infrastruktur, serta pengentasan kemiskinan dan stunting. Peluncuran Satgas tersebut digelar di Pendopo Wahyawibawagra, Sabtu (31/1/2026).

Dua Satgas yang dibentuk yakni Satgas Infrastruktur dan Tata Ruang serta Satgas Pengentasan Kemiskinan, Stunting, Angka Kematian Ibu (AKI), dan Angka Kematian Bayi (AKB). Keduanya dirancang bekerja secara terintegrasi dengan melibatkan berbagai organisasi perangkat daerah (OPD), sehingga setiap kebijakan yang diambil dapat bersifat menyeluruh dan tepat sasaran.

Bupati Gus Fawait menjelaskan, pembentukan Satgas Infrastruktur dan Tata Ruang merupakan langkah nyata untuk menjawab persoalan banjir yang kerap terjadi di sejumlah wilayah Jember, khususnya saat musim hujan. Menurutnya, persoalan banjir tidak bisa diselesaikan secara parsial atau sektoral.

“Banjir bukan semata-mata karena curah hujan tinggi. Ada persoalan tata ruang, sistem drainase, hingga pembangunan yang tidak sesuai aturan. Karena itu, penanganannya harus lintas OPD dan terintegrasi,” tegas Gus Fawait.

Ia juga menyoroti adanya dugaan pelanggaran tata ruang, termasuk pembangunan perumahan di bantaran sungai yang bahkan telah mengantongi sertifikat. Kondisi tersebut, lanjutnya, akan menjadi fokus perhatian Satgas untuk ditelusuri dan ditindaklanjuti sesuai ketentuan hukum.

“Keselamatan masyarakat adalah prioritas utama. Jika ditemukan pelanggaran yang berpotensi membahayakan, tentu akan kami tindak tegas sesuai aturan yang berlaku,” ujarnya.

Satgas Infrastruktur dan Tata Ruang melibatkan Dinas PU Bina Marga, Dinas Perhubungan, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman, serta OPD teknis lainnya. Kinerja Satgas ini akan dievaluasi secara rutin setiap pekan guna memastikan program berjalan optimal.

Baca juga  Tajemtra 2025: Ribuan Peserta Ikuti Gerak Jalan Tanggul–Jember

Sementara itu, pembentukan Satgas Pengentasan Kemiskinan, Stunting, AKI, dan AKB menjadi respons atas masih tingginya angka kemiskinan di Kabupaten Jember yang selama ini termasuk tertinggi di Jawa Timur. Gus Fawait menegaskan, kemiskinan merupakan akar dari berbagai persoalan sosial dan kesehatan, termasuk stunting serta tingginya angka kematian ibu dan bayi.

Oleh sebab itu, penanganannya harus dilakukan secara terukur, terpadu, dan meninggalkan pola lama yang dinilai kurang efektif. Satgas ini juga akan disinergikan dengan program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diproyeksikan mampu mendorong perputaran ekonomi daerah hingga Rp4 triliun per tahun, sekaligus meningkatkan kualitas gizi masyarakat.

Tak hanya fokus pada pengendalian banjir, Satgas Infrastruktur dan Tata Ruang juga mengemban tugas mendorong pemerataan pembangunan infrastruktur, mulai dari peningkatan kualitas jalan, pembenahan sistem drainase, hingga pemetaan kewenangan jalan milik nasional, provinsi, kabupaten, desa, serta BUMN seperti PTPN dan Perhutani.

“Melalui kolaborasi lintas sektor ini, kami berharap pembangunan Jember dapat berjalan lebih terarah, pertumbuhan ekonomi semakin kuat, dan kualitas hidup masyarakat meningkat hingga ke pelosok desa,” pungkas Gus Fawait.

Trending
Berita terkait

Pilihan Untukmu

Terkini Lainnya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Terima kasih sudah membaca artikel warganets.id