Warganets.id, Bondowoso – Di tengah tantangan perubahan iklim global, langkah nyata dalam menjaga kelestarian alam menjadi urgensi yang tidak dapat ditunda. Menjawab tantangan tersebut, Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Bondowoso menggelar aksi lingkungan bertajuk “Sedekah Oksigen 2026”.
Bertempat di depan Kantor Perhutani, Jalan A. Yani No. 90 Bondowoso, pada Kamis siang (8/1/2026), ribuan bibit pohon dibagikan kepada masyarakat dan pengguna jalan sebagai simbol investasi ekologis jangka panjang.
Dalam agenda ini, sebanyak 2.026 bibit tanaman kategori Multi Purpose Tree Species (MPTS) didistribusikan secara cuma-cuma. Jenis bibit yang dibagikan meliputi mangga, durian, alpukat, dan sukun—varietas yang sengaja dipilih karena keunggulan ganda yang dimilikinya.
Kegiatan ini tidak hanya menyasar individu pengguna jalan, tetapi juga melibatkan institusi strategis. Perhutani menyerahkan secara simbolis masing-masing 1.000 bibit kepada Kodim 0824 Bondowoso dan DPRD Kabupaten Bondowoso. Penyerahan ini merupakan bentuk dukungan nyata terhadap program rehabilitasi lahan dan penghijauan berkelanjutan di wilayah Kabupaten Bondowoso melalui kolaborasi lintas sektoral.
Secara teknis kehutanan, pemilihan jenis MPTS dalam program ini memiliki landasan ilmiah yang kuat. Tanaman MPTS berperan krusial dalam tiga aspek utama:
1. Aspek Ekologi: Tanaman ini berfungsi meningkatkan tutupan lahan (land cover improvement) dan kapasitas cadangan karbon (carbon stock enhancement). Melalui proses sekuestrasi karbon, pohon-pohon ini membantu mereduksi emisi gas rumah kaca. Selain itu, sistem perakaran MPTS yang kuat efektif dalam menjaga stabilitas tanah, meningkatkan infiltrasi air ke dalam tanah, serta melindungi Daerah Aliran Sungai (DAS) dari ancaman erosi.
2. Aspek Ekonomi: Sebagai tanaman serbaguna, MPTS menghasilkan Non-Timber Forest Products (NTFPs) atau Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK). Buah-buahan yang dihasilkan memiliki nilai ekonomi tinggi yang dapat menopang ketahanan pangan dan ekonomi keluarga masyarakat di masa depan.
3. Aspek Sosial: Program ini menjadi instrumen edukasi publik untuk membangun budaya menanam. Partisipasi masyarakat dalam menanam bibit ini secara otomatis meningkatkan keterlibatan publik dalam pengelolaan hutan lestari (sustainable forest management).
Administratur Perhutani KPH Bondowoso, Misbakhul Munir, menegaskan bahwa “Sedekah Oksigen 2026” adalah manifestasi komitmen Perhutani dalam menjaga keseimbangan ekosistem. Menurutnya, penanaman pohon bukan sekadar seremoni, melainkan upaya konkret dalam regulasi iklim mikro (microclimate regulation) dan peningkatan kualitas udara perkotaan.
“Kami memandang setiap bibit yang tertanam sebagai penyedia jasa ekosistem bagi generasi mendatang. Ini adalah tanggung jawab kolektif untuk memastikan Bondowoso tetap hijau dan asri,” ujar Misbakhul Munir.
Senada dengan hal tersebut, apresiasi datang dari unsur pemerintah dan masyarakat. Yahya, salah satu warga penerima bibit, menyatakan bahwa kegiatan ini memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk memiliki aset produktif sekaligus berkontribusi pada penghijauan lingkungan tempat tinggal mereka.
Keberhasilan kegiatan ini didukung oleh kehadiran berbagai tokoh penting, di antaranya Sekretaris Daerah (Sekda) Bondowoso, Dr. Fathur Rozi, Kajari Bondowoso Dzakyul Fikri, Wakil Ketua DPRD Sinung Sudrajat, serta tokoh masyarakat KH. Muhammad Yusuf (Pengasuh Yayasan Al-Fitroh) dan Advokat Nurul Jamal Habaib, SH.
Kehadiran pemangku kepentingan dari unsur eksekutif, legislatif, hingga aparat penegak hukum ini menunjukkan adanya visi yang sama dalam penguatan ketahanan lingkungan. Melalui sinergi ini, Perhutani KPH Bondowoso berharap semangat “Sedekah Oksigen” dapat terus berlanjut, menciptakan harmoni antara pembangunan ekonomi masyarakat dan pelestarian fungsi ekologis hutan.
Dengan tertanamnya ribuan bibit ini, Bondowoso melangkah satu tapak lebih maju menuju wilayah yang lebih hijau, tangguh secara ekologis, dan sejahtera secara ekonomi.











