Bupati Jember, Muhammad Fawait atau yang akrab disapa Gus Fawait, secara resmi melepas ribuan peserta dalam event tahunan gerak jalan Tanggul–Jember Tradisional (Tajemtra) 2025. Acara ini digelar pada Sabtu, 23 Agustus 2025, dengan start dari Alun-Alun Kecamatan Tanggul dan finish di Alun-Alun Jember, menempuh jarak sekitar 30 kilometer.
Tajemtra merupakan tradisi tahunan yang sudah lama melekat di hati masyarakat Jember. Lebih dari sekadar peringatan Hari Kemerdekaan, acara ini juga menjadi bagian dari identitas budaya sekaligus penggerak ekonomi kerakyatan.
“Total peserta Tajemtra tahun 2025 mencapai 15.171 orang, mulai dari pelajar, pegawai, hingga masyarakat umum dari berbagai kalangan,” ujar Gus Fawait saat memberikan keterangan kepada awak media sebelum melepas peserta di garis start.
Event Rakyat, Ekonomi UMKM Ikut Tumbuh
Gus Fawait menegaskan bahwa Tajemtra bukan sekadar pesta rakyat tahunan. Kegiatan ini kini telah menjadi ekosistem ekonomi yang memberi dampak langsung bagi masyarakat.
“Dengan adanya Tajemtra, banyak UMKM dan pedagang asongan yang berjualan di sepanjang rute. Mereka mendapatkan keuntungan dari ramainya peserta dan penonton,” jelasnya.
Tidak hanya itu, ribuan orang yang datang dari berbagai daerah juga turut menggairahkan perekonomian lokal, mulai dari sektor transportasi, kuliner, hingga penginapan. Menurut Bupati, inilah bentuk nyata bagaimana sebuah event budaya bisa menjadi motor pertumbuhan ekonomi kerakyatan.
Tajemtra sebagai Budaya dan Pariwisata
Selain sisi ekonomi, Tajemtra juga dipandang sebagai warisan budaya yang memperkuat identitas masyarakat Jember. Acara ini bukan hanya ajang olahraga jalan kaki massal, tetapi juga momen kebersamaan, gotong royong, dan kebanggaan daerah.
“Tajemtra adalah budaya Kabupaten Jember. Karena itu, momentum ini harus dimanfaatkan untuk meningkatkan daya tarik pariwisata. Kita ingin Jember semakin dikenal, bukan hanya sebagai kota tembakau, tetapi juga sebagai kota dengan tradisi budaya yang hidup,” ungkap Gus Fawait.
Bupati juga menyampaikan rencananya untuk mengajak partisipasi daerah lain dalam penyelenggaraan Tajemtra di masa mendatang. “Kemarin saya sudah berbicara dengan beberapa bupati. InsyaAllah, tahun depan mereka bisa ikut serta meramaikan Tajemtra,” tambahnya optimis.
Ajang Kebersamaan dan Semangat Merdeka
Bagi masyarakat Jember, Tajemtra lebih dari sekadar olahraga massal. Event ini menjadi ajang kebersamaan lintas usia, profesi, dan latar belakang. Dari anak-anak hingga orang tua, semua larut dalam semangat perjuangan dan kegembiraan.
Dengan jumlah peserta yang menembus lebih dari 15 ribu orang, Tajemtra 2025 menunjukkan betapa kuatnya tradisi ini dalam menyatukan langkah warga Jember. Sekaligus, membuktikan bahwa sebuah tradisi lokal mampu berkembang menjadi daya tarik wisata, sekaligus memberikan manfaat ekonomi nyata bagi masyarakat.











