Jember – Inovasi pakan ternak kembali digaungkan melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang dilaksanakan tim dari Polije. Dengan menggandeng mahasiswa sebagai bagian dari proses pembelajaran lapangan, tim yang diketuai Nurkholis, bersama anggota Dharwin Siswantoro dan Mira Andriani, mengembangkan teknologi wafer pakan berbahan dasar limbah edamame yang diperkaya selenium organik.
Program ini menyasar Kelompok Peternak Sido Makmur, Desa Umbulrejo, Kecamatan Umbulsari, Kabupaten Jember, yang selama ini menghadapi tantangan ketersediaan pakan berkualitas dan pencapaian produktivitas ternak.
Kegiatan PkM tidak hanya berfokus pada penyampaian materi, tetapi juga memberikan ruang bagi mahasiswa untuk terlibat aktif dalam proses observasi, pendampingan, dan praktik pembuatan pakan.
Ketua tim, Nurkholis, menjelaskan bahwa keterlibatan mahasiswa menjadi bagian penting dari implementasi Indikator Kinerja Utama (IKU) perguruan tinggi.

“Mahasiswa belajar langsung dari lapangan, memahami dinamika kelompok peternak, sekaligus melihat bagaimana inovasi sederhana seperti pemanfaatan limbah edamame dapat memberi nilai tambah,” ungkapnya.
Salah satu fokus utama kegiatan ini adalah penambahan selenium organik ke dalam wafer pakan.
Selenium merupakan mineral esensial yang berfungsi mendukung perkembangan organ reproduksi, meningkatkan daya tahan tubuh, serta memperbaiki tingkat kebuntingan dan kelahiran domba.
Kekurangan selenium sering menjadi penyebab menurunnya performa reproduktif, sehingga inovasi ini dinilai strategis untuk kelompok peternak pembibit.
Anggota tim, Dharwin Siswantoro, menyampaikan, “Dengan adanya selenium organik, pakan bukan hanya mengenyangkan, tetapi juga memperbaiki kualitas reproduksi. Ini akan berdampak langsung pada meningkatnya produksi anak domba.
”Wafer pakan yang dikembangkan memiliki sejumlah keunggulan: bentuknya padat sehingga mudah disimpan, tidak cepat rusak, kandungan nutrisi lebih terkontrol, dan efisiensi pemberian pakan meningkat karena tidak mudah tercecer.

Proses pembuatannya menggunakan prototipe alat hydraulic press yang juga menjadi salah satu luaran utama PkM. Mahasiswa terlibat dalam pengoperasian alat, pengujian kekompakan wafer, hingga evaluasi hasil. Menurut Mira Andriani, keterlibatan mahasiswa memperkuat dampak kegiatan.
“Mereka membantu memberikan penjelasan teknis kepada peternak, sekaligus belajar bagaimana melakukan pendekatan edukatif yang efektif di masyarakat,” ujarnya.
Selain demonstrasi, kegiatan PkM ini juga memberikan edukasi terkait pentingnya manajemen pakan dalam pembibitan domba, teknik kesehatan dasar, serta pengelolaan usaha ternak.
Para peternak mendapatkan pelatihan langsung mulai dari formulasi pakan, pencampuran bahan, proses pencetakan wafer, hingga penyimpanan produk akhir. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan kapasitas peternak dalam mengolah pakan secara mandiri, memperkuat pemahaman tentang pemenuhan nutrisi esensial, serta mendorong adopsi teknologi tepat guna.
Manfaat yang dirasakan peternak mencakup peningkatan keterampilan, bertambahnya pengetahuan tentang nutrisi reproduksi, serta kemampuan memproduksi pakan alternatif yang lebih terjangkau.











