Jember, Sebanyak 165 siswa bersama 16 guru SD Negeri Puger Wetan 01 mengikuti Festival Kesiapsiagaan Bencana yang digelar pada Rabu (4/2/2026).
Kegiatan ini dikemas secara edukatif dan menyenangkan melalui berbagai lomba, seperti mewarnai, cerdas cermat, permainan edukatif, hingga menyanyi, yang seluruhnya mengusung tema kesiapsiagaan bencana.
Sebelum rangkaian kegiatan dimulai, seluruh siswa dan guru terlebih dahulu berkumpul di halaman sekolah.
Selanjutnya, peserta diarahkan ke lokasi masing-masing lomba sesuai minat yang dipilih. Antusiasme siswa terlihat sejak awal kegiatan, di mana mereka dengan semangat mengikuti setiap perlombaan yang disediakan.
Sekretaris PMI, Ghufron Efiyan Efendy, menjelaskan bahwa Festival Kesiapsiagaan Bencana 2026 bertujuan menanamkan pemahaman tentang kebencanaan sejak usia dini.
Meski disampaikan melalui metode bermain, diharapkan pesan yang diberikan dapat melekat dan menjadi bekal ketika sewaktu-waktu terjadi bencana.
“Melalui festival ini, anak-anak mendapatkan edukasi kesiapsiagaan bencana dengan cara yang menyenangkan.
Setidaknya mereka bisa mengingat dan memahami apa yang harus dilakukan jika terjadi bencana,” ujar Ghufron saat membuka kegiatan.
Festival ini digelar sebagai upaya memperkuat kesiapan siswa dalam menghadapi potensi bencana, khususnya di wilayah pesisir selatan Jember yang termasuk dalam zona megathrust. Edukasi kesiapsiagaan dinilai penting tidak hanya bagi anak-anak, tetapi juga bagi orang dewasa di lingkungan sekitar.
Kepala SD Negeri Puger Wetan 01, Sringatin, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) tahun 2026 di sekolah yang dipimpinnya.
Menurutnya, pengetahuan kebencanaan yang diperoleh siswa tidak hanya berguna untuk keselamatan di sekolah, tetapi juga dapat diterapkan di rumah dan lingkungan tempat tinggal.
“Alhamdulillah, keluarga besar SD Negeri Puger Wetan 01 dapat melaksanakan program Satuan Pendidikan Aman Bencana tahun 2026. Ilmu kesiapsiagaan bencana ini bukan hanya untuk anak-anak, tetapi juga bisa diterapkan bersama keluarga dan lingkungan sekitar,” ungkapnya.
Festival Kesiapsiagaan Bencana 2026 di SD Negeri Puger Wetan 01 dijadwalkan berlangsung selama dua hari, Rabu hingga Kamis. Pada hari terakhir, kegiatan akan ditutup dengan simulasi bencana gempa bumi agar siswa memahami langkah-langkah yang harus dilakukan saat gempa terjadi, khususnya ketika proses belajar mengajar berlangsung di dalam kelas.











