close

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

25.8 C
Jakarta
Rabu, Februari 4, 2026

Pendidikan Adalah Hak, Bukan Sedekah: Manifesto Perjuangan Mimpi Anak Bangsa

Cahaya di hati anak bangsa adalah mimpi yang tumbuh dari didikan dan pupuk harapan. Keberlangsungan hidup anak-anak di timur negeri menjadi cermin sedekah mereka yang lebih dulu beruntung.

Namun pendidikan kita kerap menjelma abu—apa yang mereka tabur, kitalah yang dipaksa menuai akibatnya.

Biarkan mimpi bergerak liar, menembus batas dan ketakutan. Bahaya yang datang bukan akhir dari tantangan, melainkan bagian dari perjalanan bertahan hidup.

Jadikan mimpi sebagai keberanian tanpa ujung, sebab hidup memang ditakdirkan untuk diperjuangkan.

Teruslah berlari mengejar mimpi. Yakinkan hati dan pikiran bahwa pendidikan adalah pengawal setia setiap cita-cita. Awali dengan cerita, karena pendidikan tak pernah mengkhianati akhir dari sebuah mimpi.

Mulailah dari hati, lalu melangkahlah dengan berani—sebab semua perubahan selalu dimulai dari keberanian.

Tak ada mimpi yang mampu mengumumkan kegagalannya sendiri. Kita meniti jalan yang pasti, meski pertanyaan tak pernah datang bersama jawaban.

Ambil penamu, tuliskan kerangka mimpimu, ucapkan semua yang kau inginkan. Jangan bersembunyi di balik tirai kegagalan.

Gantungkan mimpimu pada pendidikan yang nyata, bukan pada sedekah semu yang menguasai negeri. Dari mimpi hanya lahir satu kalimat yang terus bermetamorfosis: perjuangkan hak untuk berdikari.

Kawal hak berdikari itu. Gaungkan keyakinan bersama. Meski dunia tak pernah sepenuhnya pasti, setidaknya engkau bisa memulai dan menjadi bukti bahwa hidup yang hanya sekali ini layak diperjuangkan hingga akhir.

Menunda perjuangan bukan alasan untuk merasa cukup. Mulailah dengan hati yang tulus dan niat yang teguh. Setiap langkah, setiap usaha, adalah bagian dari ikhtiar menuju pendidikan yang sejati.

Tantangan tak lagi menjadi penghalang, karena mimpi kita jauh lebih besar dari rasa takut. Pendidikan adalah hak yang harus diperjuangkan, bukan kemurahan yang hanya jatuh pada segelintir orang.

Baca juga  Mahasiswa Fakultas Teknik UNEJ Gelar Donor Darah, Himpun 28 Kantong untuk PMI Jember

Mari satukan suara. Pastikan pendidikan yang pasti bukan lagi angan, melainkan kenyataan. Tak ada lagi alasan untuk diam.

Jika kita menginginkan perubahan, jika mimpi ini ingin menjadi nyata, maka berdirilah tegak dan katakan lantang:

“Pendidikan adalah hak kami, dan kami akan memperjuangkannya.”

ditulis : khoirul azka azkiya Mahasiswa Pasca Sarjana Politeknik Negeri Jember

Trending
Berita terkait

Pilihan Untukmu

Terkini Lainnya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Terima kasih sudah membaca artikel warganets.id