close

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

25.8 C
Jakarta
Rabu, Februari 4, 2026

Optimalkan Target 2026, Perhutani Bondowoso Perkuat Kesiapan Produksi Kayu Dan Getah

Warganets.id, Bondowoso – Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Bondowoso mulai memanaskan mesin operasionalnya guna menyongsong target produksi tahun 2026. Sebagai langkah proaktif, jajaran manajemen melakukan pengecekan menyeluruh terhadap kesiapan sarana dan prasarana (sarpras) produksi, baik di sektor hasil hutan kayu (tebangan) maupun non-kayu berupa getah pinus.Kamis (15/01/2026).

Kegiatan krusial ini dipimpin langsung oleh Administratur Perhutani KPH Bondowoso, Misbakhul Munir. Turut mendampingi dalam peninjauan lapangan tersebut, Wakil Administratur Bondowoso Selatan, Anton Sujarwo, serta Kepala Seksi Produksi dan Ekowisata, Sugianto. Lokasi pengecekan dipusatkan di petak 76B, wilayah kerja Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Pakisan, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Wonosari.

Dalam arahannya, Misbakhul Munir menegaskan bahwa kondisi sarana dan prasarana merupakan variabel kunci dalam rantai pasok dan sistem pengelolaan produksi kehutanan. Tanpa dukungan infrastruktur yang mumpuni, target yang telah ditetapkan akan sulit tercapai secara optimal.

“Kegiatan pengecekan ini dilakukan sebagai bentuk evaluasi awal terhadap tingkat kesiapan infrastruktur dan peralatan kerja. Tujuannya jelas, yakni menjamin efektivitas, efisiensi, serta keselamatan kerja dalam seluruh proses produksi, baik kayu maupun non-kayu,” ujar Misbakhul Munir.

Beliau juga menambahkan bahwa pengecekan fisik di lapangan sangat penting untuk meminimalkan potensi risiko operasional. Perhutani berkomitmen memastikan seluruh aktivitas produksi dijalankan dengan ketat sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) tanpa mengesampingkan prinsip-prinsip kelestarian hutan.

Lebih lanjut, administratur yang dikenal tegas ini menekankan bahwa optimalisasi produksi di KPH Bondowoso tidak boleh hanya mengejar angka kuantitas semata. Prinsip Pengelolaan Hutan Produksi Lestari (PHPL) tetap menjadi panglima dalam setiap kebijakan operasional.

“Pencapaian target produksi tahun 2026 harus terukur secara kualitas. Artinya, prosesnya wajib patuh pada aspek ekologis, sosial, dan ekonomi. Kita ingin menciptakan sinergi yang harmonis antara jajaran Perhutani dengan masyarakat sekitar hutan,” tegasnya.

Baca juga  Diikuti Ribuan Peserta, Kodim 0824 Jember Sukses Gelar Fun Bike Indonesia Heroes Day

Sinergi dengan masyarakat, khususnya para petani penyadap getah pinus, dianggap sebagai elemen vital. Keberlanjutan sumber daya hutan sangat bergantung pada bagaimana kolaborasi ini dijalankan di tingkat tapak.

Langkah sigap manajemen Perhutani KPH Bondowoso ini mendapat respons positif dari para pekerja di lapangan. Rojali, salah satu petani sadap getah pinus yang beroperasi di wilayah tersebut, menyatakan rasa syukurnya atas perhatian perusahaan terhadap kondisi sarana kerja mereka.

“Kami merasa sangat terbantu dengan adanya pemantauan langsung seperti ini. Dengan sarana yang memadai, kami berharap kegiatan penyadapan getah pinus bisa berjalan lebih lancar dan hasilnya meningkat. Ini demi kesejahteraan petani juga kemajuan perusahaan,” ungkap Rojali.

Pengecekan di awal tahun ini menjadi simbol kesiapan KPH Bondowoso dalam menghadapi tantangan industri kehutanan di masa depan. Dengan memastikan seluruh peralatan kerja dan aksesibilitas di petak-petak produksi dalam kondisi prima, Perhutani optimis target 2026 dapat terealisasi sesuai rencana.

Melalui penguatan sarana prasarana dan komitmen terhadap kelestarian ekosistem, Perum Perhutani KPH Bondowoso terus berupaya membuktikan eksistensinya sebagai pengelola sumber daya hutan yang profesional, produktif, dan tetap berorientasi pada keberlanjutan lingkungan bagi generasi mendatang.

Trending
Berita terkait

Pilihan Untukmu

Terkini Lainnya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Terima kasih sudah membaca artikel warganets.id