close

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

25.8 C
Jakarta
Rabu, Februari 4, 2026

Micron Resmi Tinggalkan Pasar Konsumen, Fokus Garap Chip untuk Pusat Data AI

Produsen chip memori asal Amerika Serikat, Micron Technology, resmi mengumumkan keputusan strategis untuk melepas bisnis konsumennya.

Langkah ini diambil di tengah kondisi rantai pasokan industri memori yang masih menghadapi tantangan besar, terutama akibat keterbatasan semikonduktor untuk kebutuhan smartphone hingga pusat data berbasis kecerdasan buatan (AI).

Dalam keterangannya, Micron menyebutkan bahwa keluarnya mereka dari lini bisnis konsumen dilakukan sebagai bagian dari fokus baru perusahaan dalam menggandakan investasi pada pengembangan chip memori canggih.

Chip tersebut secara khusus ditujukan untuk memenuhi kebutuhan pusat data AI yang kini mengalami pertumbuhan pesat. Informasi ini dikutip dari laporan Reuters, Kamis (4/12/2025).

Dengan keputusan tersebut, seluruh produk konsumen Micron akan dihentikan penjualannya melalui peritel, toko daring, serta distributor di berbagai negara. Meski demikian, pihak perusahaan memastikan bahwa proses pengiriman produk yang masih berjalan tetap akan dilayani hingga Februari 2026.

Kepala divisi bisnis Micron menyatakan bahwa keputusan ini bukanlah hal yang mudah bagi perusahaan. Namun langkah tersebut dinilai perlu diambil demi meningkatkan kualitas layanan kepada pelanggan strategis yang dinilai memiliki pertumbuhan lebih cepat.

Ia juga menyoroti bahwa pertumbuhan pusat data yang didorong oleh teknologi AI telah memicu lonjakan besar pada permintaan memori dan penyimpanan data.

“Micron membuat keputusan sulit untuk keluar dari bisnis konsumen Crucial guna meningkatkan fokus dan dukungan bagi pelanggan strategis dari segmen yang berkembang lebih cepat,” ujarnya.

Sementara itu, analis dari Summit Insights, Kinggai Chan, menilai bahwa unit memori konsumen sebenarnya bukanlah penggerak utama bisnis Micron selama ini.

Menurutnya, perusahaan sudah lama mengalihkan fokus pada pengembangan HBM (High Bandwidth Memory) yang menjadi komponen vital dalam pusat data berbasis AI.

Baca juga  IKAPJ Gelar Rapimnas Pertama, Alumni Polije Perkuat Sinergi Nasional

HBM merupakan jenis memori dynamic random access yang memiliki nilai strategis tinggi dalam pengembangan teknologi kecerdasan buatan.

Keunggulannya terletak pada kemampuan menghemat konsumsi daya serta mempercepat proses pengolahan data dalam volume besar, sehingga sangat dibutuhkan di industri AI modern.

Selain itu, harga chip HBM diketahui jauh lebih mahal dibandingkan memori konsumen biasa. Kondisi ini membuat produk tersebut mampu memberikan margin keuntungan yang jauh lebih besar bagi perusahaan.

Pada kuartal Agustus lalu, Micron bahkan melaporkan bahwa pendapatan dari segmen HBM telah mencapai US$2 miliar atau setara sekitar Rp 33,2 triliun, dengan tingkat pendapatan tahunan yang hampir menyentuh US$8 miliar atau sekitar Rp 133,1 triliun.

Capaian tersebut semakin mempertegas bahwa fokus Micron kini sepenuhnya diarahkan ke sektor memori berteknologi tinggi untuk mendukung ekosistem AI global.

Trending
Berita terkait

Pilihan Untukmu

Terkini Lainnya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Terima kasih sudah membaca artikel warganets.id