close

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

29.7 C
Jakarta
Rabu, Februari 4, 2026

Hasil Panen Optimal, Perhutani Bondowoso Apresiasi Mitra Kerja Dengan Insentif Agroforestry Kopi

Warganets.id, Bondowoso – Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Bondowoso menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan agroforestry kopi dengan memberikan insentif kepada mitra kerja.Jum’at, (14/11/25).

Langkah ini sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi dan kinerja mereka dalam mengoptimalkan produksi kopi selama masa panen tahun 2025.

Penyerahan insentif dilakukan di masing-masing Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) yang memiliki kegiatan produksi kopi. Administratur Perum Perhutani KPH Bondowoso, Misbakhul Munir, secara simbolis menyerahkan insentif melalui Kepala Seksi Produksi dan Ekowisata, Sugiyanto, didampingi Kepala Seksi Keuangan, SDM, Umum dan Sarpras, Heddy Shita Fraksna Srimintarti Dewi.

Sembilan ketua Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) serta perwakilan ketua kelompok tani kopi dari berbagai wilayah kerja seperti BKPH Wonosari, BKPH Prajekan, BKPH Sukosari, BKPH Bondowoso, dan BKPH Sumberwringin, menerima insentif ini. Program kemitraan antara Perhutani dan masyarakat sekitar hutan ini bertujuan mengembangkan sistem agroforestry kopi, yang menggabungkan tanaman kehutanan dengan tanaman perkebunan bernilai ekonomi tinggi seperti kopi.

Sugiyanto, mewakili Administratur Perhutani KPH Bondowoso, Misbakhul Munir, menyampaikan terima kasih atas kerja keras para mitra, khususnya LMDH dan kelompok tani kopi. Mereka dinilai telah membantu Perhutani dalam menghimpun dan menyalurkan sharing pendapatan serta Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dari pengelolaan kawasan hutan.

“Kami sangat berterima kasih atas kerja sama yang baik dan tanggung jawab para mitra dalam mendukung kegiatan produksi agroforestry kopi ini. Insentif ini merupakan bentuk penghargaan atas dedikasi dan kontribusi nyata yang telah diberikan. Semoga ke depan kerja sama ini semakin kuat dan memberikan manfaat lebih besar, baik bagi masyarakat maupun Perhutani,” ujar Sugiyanto.

Besaran insentif yang diberikan disesuaikan dengan capaian produksi dan kontribusi pendapatan yang dihasilkan oleh masing-masing kelompok. Sugiyanto menambahkan, “Semakin besar pendapatan yang diperoleh kelompok, maka semakin besar pula nilai apresiasi yang kami berikan. Hal ini diharapkan menjadi motivasi untuk terus meningkatkan produktivitas dan kinerja di tahun-tahun berikutnya.”

Baca juga  Realisasi Belanja Pemerintah Pusat di Jember dan Lumajang Capai Lebih 50 Persen

Pemberian insentif ini tidak hanya sebagai bentuk penghargaan, tetapi juga untuk mempererat hubungan kemitraan antara Perhutani dengan masyarakat desa hutan. Kolaborasi ini telah memberikan dampak positif, tidak hanya bagi peningkatan produksi kopi, tetapi juga terhadap kesejahteraan masyarakat di sekitar kawasan hutan serta keberlanjutan ekosistem hutan.

Ibrahim, Ketua LMDH Sukorejo Makmur, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas perhatian dan dukungan yang diberikan oleh manajemen Perhutani. “Kami berterima kasih kepada Perhutani atas insentif dan kepercayaan yang diberikan. Penagihan dan pengelolaan sharing produksi kopi merupakan tanggung jawab kami sebagai mitra. Dengan adanya apresiasi seperti ini, kami semakin bersemangat untuk menjaga dan mengembangkan kerja sama yang saling menguntungkan antara Perhutani dan masyarakat,” katanya.

Melalui program kemitraan agroforestry kopi ini, Perhutani KPH Bondowoso berharap dapat terus menjalin sinergi yang baik dengan masyarakat. Selain memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat desa hutan, kegiatan ini juga mendukung visi Perhutani dalam mewujudkan pengelolaan hutan yang berkelanjutan, produktif, dan berwawasan lingkungan.[Tahrir]

Tip: Judul yang menarik dapat meningkatkan minat pembaca.

Trending
Berita terkait

Pilihan Untukmu

Terkini Lainnya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Terima kasih sudah membaca artikel warganets.id