close

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

29.7 C
Jakarta
Rabu, Februari 4, 2026

Harmoni Kebangsaan Terlihat di Semboro, Warga Lintas Agama Antusias Ikuti Apel Kebangsaan

Jember, Harmoni keberagaman kembali terlihat kuat dalam gelaran Apel Kebangsaan yang menjadi bagian dari program Gus’e Menyapa di Lapangan Desa Semboro, Kecamatan Semboro, Sabtu (29/11/2025).

Ratusan warga hadir dengan antusias, didominasi para emak-emak yang memenuhi lapangan mengenakan jilbab merah muda, sementara sebagian lainnya hadir tanpa jilbab. Pemandangan ini memperlihatkan wajah kemajemukan masyarakat Semboro yang telah terbentuk sejak masa kolonial.

Di wilayah ini terdapat Desa Rejoagung, sebuah desa dengan seluruh penduduk beragama Kristen, yang sejak dulu dikenal sebagai simbol kerukunan. Meski berbeda keyakinan, warga Rejoagung tetap hidup rukun dan berbaur dengan masyarakat sekitar.

Keragaman itu juga tercermin dalam sikap politik warga. Dukungan tetap mengalir kepada Bupati Jember Muhammad Fawait, dan hal itu tampak dalam antusiasme masyarakat mengikuti rangkaian Gus’e Menyapa.

Dalam sambutannya, Gus Fawait menyinggung kuatnya doa dan dukungan warga, khususnya emak-emak, yang menurutnya turut mengantarkan dirinya tiga kali terpilih sebagai anggota DPRD.

“Doa panjenengan manjur, baik yang muslim, baik yang Kristiani. Buktinya, Gus Fawait nyalon DPRD tiga kali jadi semua, berkat doa emak-emak,” ujarnya disambut riuh tepuk tangan warga.

Usai apel, rangkaian kegiatan berlanjut dengan pertemuan Gus Fawait bersama para kader Posyandu di Gedung SW Pabrik Gula Semboro.

Hadir pula Kepala Desa Rejoagung, Gatot Susanto, yang menegaskan bahwa meski desanya berpenduduk mayoritas Nasrani, dukungan penuh tetap diberikan kepada program pembangunan Pemerintah Kabupaten Jember.

“Kami selaku pemerintah Desa Rejoagung sangat mendukung kebijakan program Gus Muhammad Fawait. Memang warga kami mayoritas Nasrani, tapi kami menyadari bahwa hidup itu tidak bisa sendiri,” ujarnya.

Terkait pemerataan pembangunan, Gatot menyebut bahwa program pemerintah selama ini terasa menyentuh semua lapisan.
“Saya rasa program beliau sejak pencalonan legislatif provinsi hingga saat ini tetap terhubung dengan kami. Beliau juga pernah mengadakan shalawatan kebangsaan di Rejoagung. Tidak ada pembedaan antara desa Nasrani dan desa Muslim,” tegasnya.

Baca juga  PMR Madya SMPN 2 Jember Gelar Orientasi Kepengurusan Angkatan ke-38 di Markas PMI Jember

Apel Kebangsaan di Semboro menjadi bukti nyata bahwa toleransi, kebersamaan, dan semangat persatuan dapat tumbuh kuat di tengah keberagaman agama maupun pilihan politik. Di Semboro, perbedaan bukan pemisah, tetapi kekuatan yang menyatukan.

Trending
Berita terkait

Pilihan Untukmu

Terkini Lainnya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Terima kasih sudah membaca artikel warganets.id