Apple resmi meluncurkan pembaruan sistem operasi iOS 26.2 untuk pengguna iPhone 11 dan model yang lebih baru. Update ini membawa sejumlah peningkatan fitur, penyempurnaan antarmuka, serta perbaikan keamanan penting, meski tidak menghadirkan perubahan besar seperti pada versi utama iOS sebelumnya.
Pembaruan iOS 26.2 mulai tersedia secara global sejak pertengahan Desember dan sudah dapat diunduh oleh pengguna di Indonesia. Pengguna iPhone dapat melakukan pembaruan melalui menu Pengaturan > Umum > Pembaruan Perangkat Lunak.
Meski tergolong pembaruan minor, iOS 26.2 dinilai penting karena berfokus pada peningkatan stabilitas sistem dan perlindungan keamanan pengguna. Apple pun mengimbau seluruh pengguna iPhone yang kompatibel untuk segera melakukan pembaruan.
Sejumlah fitur baru turut disematkan dalam iOS 26.2. Salah satunya adalah Liquid Glass, yang kini memberikan opsi tambahan untuk mengatur tingkat transparansi elemen antarmuka, khususnya pada layar kunci. Fitur ini bertujuan meningkatkan kenyamanan visual dan keterbacaan tampilan.
Di sektor hiburan, Apple Music mendapatkan pembaruan berupa dukungan lirik lagu secara offline. Dengan fitur ini, pengguna tetap dapat mengakses lirik tanpa koneksi internet, termasuk lirik yang disinkronkan dengan irama lagu.
Sementara itu, Apple Podcasts kini dilengkapi penandaan bab otomatis berbasis kecerdasan buatan (AI). Fitur ini memungkinkan episode podcast terbagi ke dalam beberapa segmen secara otomatis, sehingga memudahkan pengguna menavigasi isi podcast.
Pembaruan juga hadir pada fitur AirDrop. Apple meningkatkan keamanan berbagi file dengan menambahkan opsi penggunaan kode satu kali saat mengirim data ke perangkat yang bukan kontak, guna meminimalkan risiko pengiriman ke perangkat yang tidak diinginkan.
Selain itu, Apple turut menyempurnakan sejumlah aplikasi bawaan seperti Reminders, serta meningkatkan kelancaran animasi dan respons antarmuka sistem secara keseluruhan.
Dari sisi keamanan, iOS 26.2 membawa patch penting yang menutup puluhan celah sistem, termasuk beberapa kerentanan yang dilaporkan telah dimanfaatkan dalam serangan siber. Oleh karena itu, pembaruan ini menjadi langkah krusial untuk menjaga keamanan dan performa perangkat pengguna.











