Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Bondowoso bekerja sama dengan pengelola Wisata Alam Beach Forest menyelenggarakan Pengajian Umum Beach Forest Bersholawat 2 dan Doa Bersama, yang dirangkai dengan peringatan Anniversary Beach Forest serta Haul Masyaikh Sukorejo. Kegiatan ini mengusung tema “Kepedulian terhadap Alam adalah Langkah Awal Menyelamatkan Masa Depan”, menghadirkan nuansa keagamaan yang dipadukan dengan pesan pelestarian lingkungan.
Ribuan jamaah sholawat dari Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo dan masyarakat umum dari berbagai wilayah hadir dengan antusiasme tinggi. Penceramah utama adalah Kyai Haji Raden (K.H.R.) Achmad Azaim Ibrahimy, Pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo, didampingi oleh Majelis Al-Karomah.
Lantunan sholawat yang dipimpin majelis sholawat berlangsung khidmat dan penuh kekhusyukan, menciptakan suasana religius yang menyejukkan di tengah keindahan wisata alam.
Dalam sambutannya, Administratur Perum Perhutani KPH Bondowoso, Misbakhul Munir, menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan wujud sinergi antara Perhutani, pengelola wisata, dan masyarakat dalam membangun keseimbangan antara pengelolaan hutan, pengembangan wisata, dan penguatan nilai-nilai keagamaan.
Ia menekankan bahwa kawasan hutan dan wisata alam memiliki nilai ekonomi, sosial, budaya, dan spiritual, sehingga menjaga alam merupakan bagian dari ibadah dan tanggung jawab moral manusia sebagai khalifah di bumi. Perhutani KPH Bondowoso berkomitmen untuk terus mendorong pengelolaan hutan berkelanjutan dengan melibatkan masyarakat sekitar, tokoh agama, dan pemangku kepentingan.
Dalam ceramahnya, K.H.R. Achmad Azaim Ibrahimy menekankan pentingnya hubungan harmonis antara manusia, alam, dan Sang Pencipta. Ia menjelaskan bahwa kepedulian terhadap lingkungan merupakan bagian integral dari ajaran Islam yang mengedepankan prinsip rahmatan lil ‘alamin, dan kerusakan alam berawal dari kelalaian manusia.
Ia mengajak jamaah untuk menjadikan pergantian tahun sebagai momentum muhasabah dan pembaruan komitmen dalam memperbaiki hubungan dengan Allah SWT, sesama, dan alam, serta mengiringi sholawat dan doa dengan tindakan nyata dalam pelestarian lingkungan.
Kegiatan ditutup dengan doa bersama untuk keselamatan bangsa, kelestarian alam, dan keberkahan Tahun 2026. Diharapkan, sinergi antara berbagai pihak dapat terus terjalin dalam mendukung pelestarian hutan dan pembangunan berkelanjutan berbasis nilai-nilai religius.
Turut hadir Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Situbondo Siti Ainun Jariyah, Ketua MUI Kabupaten Situbondo Habib Muhammad Abu Bakar Al Muhdor, Ketua PCNU Kabupaten Situbondo KH. Dr. Moh. Muhyidin Khotib, serta jajaran Forkopimda Kabupaten Situbondo.











