Surabaya – Ikatan Keluarga Alumni Politeknik Negeri Jember (IKAPJ) menggelar Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) ke-1 pada Sabtu (24/1/2026) siang, bertempat di Hotel Excotel Surabaya.
Kegiatan ini menjadi tonggak penting dalam konsolidasi nasional alumni sekaligus penguatan kolaborasi antara alumni, kampus, dan dunia industri.
Ketua IKAPJ Firdaus Malik dalam sambutannya menyampaikan bahwa dalam kurun waktu sekitar empat tahun, perkembangan organisasi alumni Politeknik Negeri Jember menunjukkan capaian yang melampaui target awal pembentukan.
“Awalnya kami menargetkan berdirinya lima cabang. Alhamdulillah, pada periode pertama justru berhasil terbentuk tujuh cabang. Ini menjadi bukti bahwa IKAPJ terus tumbuh dan semakin solid,” ujar Firdaus.
Rapimnas ke-1 IKAPJ ini dihadiri oleh perwakilan cabang dari berbagai daerah, di antaranya Banyuwangi, Situbondo, Bondowoso, Probolinggo, Lumajang, Jember, serta cabang terjauh dari Sulawesi.
Selain penguatan cabang wilayah, IKAPJ juga mengembangkan struktur organisasi berbasis jurusan, meliputi Teknologi Informasi, Kesehatan, Manajemen Agribisnis, dan Peternakan.
Firdaus menegaskan bahwa penyelenggaraan Rapimnas perdana ini merupakan bukti nyata eksistensi IKAPJ sebagai organisasi alumni yang siap berkontribusi secara konkret bagi kampus dan masyarakat.
“Ini bukan sekadar wacana. IKAPJ hari ini hadir dengan bukti nyata dan siap difasilitasi serta berkontribusi di mana pun berada,” tegasnya.
Pada kesempatan tersebut, Firdaus juga menyampaikan apresiasi kepada PT Ladang Grup yang menjadi tuan rumah Rapimnas ke-1 IKAPJ, serta kepada CEO PT Ladang Karya Usada, Nur Hidayati, yang dinilai memiliki peran besar dalam menyukseskan pelaksanaan kegiatan.

Sementara itu, Direktur Politeknik Negeri Jember, Saiful Anwar, S.TP., MP, menyampaikan rasa bangga dan haru atas perkembangan IKAPJ yang dinilai sangat pesat, meskipun organisasi alumni ini lahir di tengah tantangan pandemi Covid-19.
“Empat tahun berproses sejak 2021 hingga 2026, IKAPJ berkembang luar biasa. Rapimnas pertama ini menjadi bukti bahwa organisasi alumni Polije telah matang dan siap melangkah lebih jauh,” ungkap Saiful Anwar.
Dalam sambutannya, Saiful Anwar juga memaparkan berbagai kemajuan Politeknik Negeri Jember. Saat ini, Polije telah memiliki enam kampus aktif, sembilan jurusan, dan 41 program studi, dengan jumlah mahasiswa mencapai 13.179 orang pada tahun 2025.
Selain itu, Polije juga telah membuka kelas internasional sebagai bagian dari upaya meningkatkan daya saing global.
Ke depan, Polije tengah menjajaki pendirian kampus ketujuh di Kabupaten Situbondo, sekaligus membuka peluang yang lebih luas bagi alumni untuk berkontribusi, baik sebagai dosen, mitra industri, maupun mitra pengembangan institusi.
Direktur Polije menegaskan bahwa kemajuan kampus tidak dapat dipisahkan dari peran alumni.
Oleh karena itu, ia mendorong IKAPJ untuk terus menjadi mitra strategis kampus dalam membangun jejaring industri dan memperluas dampak sosial.
“Kami sangat membutuhkan sinergi dengan alumni. IKAPJ memiliki figur-figur hebat, termasuk pengusaha nasional, yang dapat bersama-sama membangun Polije ke depan,” ujarnya.
Rapimnas IKAPJ ke-1 ini mengusung semangat kolaborasi industri untuk kemandirian organisasi alumni, sekaligus menjadi momentum mempererat hubungan antara alumni, civitas akademika, dan dunia usaha dalam mendukung kemajuan Politeknik Negeri Jember.











