close

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

28.7 C
Jakarta
Rabu, Februari 4, 2026

PMI Jember dan JRCS Tutup Pelatihan Tanggap Bencana dengan Simulasi Banjir Bandang

Pelatihan Manajemen Tanggap Bencana dan Operasional Posko yang digelar PMI Jember bekerja sama dengan Japanese Red Cross Society (JRCS) resmi berakhir pada Minggu (11/1/2026). Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari tersebut ditutup dengan simulasi penanganan banjir bandang yang melibatkan 30 peserta pelatihan.

Dalam simulasi tersebut, para relawan mempraktikkan secara langsung alur komando, koordinasi, serta pengambilan keputusan dalam situasi darurat bencana.

Peserta menjalankan peran masing-masing sesuai struktur komando, mulai dari penerimaan informasi awal, pembentukan posko, hingga pengerahan sumber daya di lapangan.

Simulasi dirancang untuk menguji kesiapan personel dalam menerapkan standar operasional prosedur (SOP) manajemen bencana secara menyeluruh. Fokus utama latihan adalah efektivitas koordinasi posko sebagai pusat kendali operasi kemanusiaan.

Koordinator Trainer Pelatihan, Julius Arianus Mbusu, menegaskan bahwa posko memiliki peran vital dalam setiap operasi tanggap darurat.

“Manajemen posko merupakan jantung dari operasi tanggap darurat. Jika koordinasi posko kuat, maka bantuan yang sampai ke masyarakat akan lebih efektif dan tepat sasaran,” ujarnya.

Pelatihan kolaboratif antara PMI Jember dan JRCS ini menjadi bagian dari upaya penguatan kapasitas sumber daya manusia di bidang kebencanaan.

Kecepatan dan ketepatan pengambilan keputusan di tingkat posko dinilai sangat menentukan keberhasilan penanganan bencana.

Ketua PMI Kabupaten Jember, Zainollah, menyampaikan bahwa pelatihan ini bertujuan menyamakan pemahaman seluruh unsur PMI, mulai dari pengurus hingga relawan, terkait sistem manajemen bencana.

“Kami ingin seluruh lini memiliki pemahaman yang sama mengenai alur manajemen bencana. Simulasi ini menjadi gambaran kesiapsiagaan kami dalam membantu masyarakat Jember apabila terjadi bencana,” tegasnya.

Dengan berakhirnya pelatihan yang ditutup melalui simulasi lapangan, para peserta diharapkan memiliki kesiapan mental, teknis, dan manajerial yang lebih matang dalam menghadapi potensi bencana di wilayah Kabupaten Jember.

Baca juga  Pemdes Sidomukti Gandeng PMI Jember Gelar Donor Darah
Trending
Berita terkait

Pilihan Untukmu

Terkini Lainnya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Terima kasih sudah membaca artikel warganets.id