Jember – Bupati Jember, Muhammad Fawait, meminta Perhutani untuk duduk bersama dengan Pemerintah Kabupaten Jember membahas peluang kerja sama pariwisata antara Pantai Pasir Putih Malikan (Papuma) dan Pantai Watu Ulo.
Dalam acara ramah tamah bersama puluhan pengusaha di Pendapa Wahyawibawagraha, Kamis (25/9/2025) malam, Fawait menekankan pentingnya sinergi agar kedua destinasi wisata unggulan Jember bisa berkembang lebih maksimal. Salah satunya dengan menerapkan sistem tiket terintegrasi.
“Tiket masuk Papuma dan Watu Ulo seharusnya hanya satu. Kalau (Perhutani) tidak mau, ya tidak apa-apa. Jalannya lewat jalan kabupaten, kok. Bisa saja saya tutup kalau tidak mau kita ajak diskusi bersama-sama,” ujar Fawait.
Candra, salah satu pihak yang hadir, turut mengusulkan adanya pembagian keuntungan pasca penandatanganan kerja sama operasional antara Pemkab Jember dan Perhutani, atau pihak ketiga pengelola Papuma. Menurutnya, salah satu opsi adalah penyesuaian harga tiket.
“Mereka (pengelola Papuma) mau menurunkan harga tiket Rp10 ribu dan Watu Ulo juga menurunkan tiket Rp10 ribu,” jelasnya.
Langkah ini diharapkan dapat menarik lebih banyak wisatawan sekaligus menciptakan keadilan harga bagi pengunjung. Dengan sinergi antara pemerintah daerah dan Perhutani, dua ikon wisata pantai Jember ini diproyeksikan mampu memberikan kontribusi lebih besar bagi ekonomi lokal serta promosi pariwisata daerah.











